Wednesday, 31 December 2025

A glimpse of gratitude and grief to carry into 2025 and the year ahead.

Januari, diawali dengan merayakan tahun baru bersama teman temin Imaji, masih ingat momen-momen makan anggur bareng di bawah meja makan rumah Bobby Jessy yang katanya bisa ngabulin permohonan. Tapi mungkin karena jumlah anggurnya tidak sesuai ketentuan (dan doanya juga udah lupa apa), jadi ya berlalu begitu saja hahah (kecuali Maya dan Jessy yang terkabul yey!) 

Bulan di mana merasakan usia kepala 3, dirayakan sendiri dan bersama rekan-rekan, dikelilingi kado yang thoughtful dan pesan-pesan yang menyentuh hati dan diaminkan. Bisa dibilang Januari diawali dengan beberapa ketegangan juga karena perdana merasakan shooting sebuah film series dengan segala seluk beluk paperworksnya. Di Januari juga menamatkan "Better Call Saul" yang masih meninggalkan kesan sampai sekarang, sampai masih pingin menonton series mengenai lawyer dan berlanjut ke "Suits".








Februari, pun masih dilalui dengan ketar ketir karena masih shooting days, merasakan sakit yang sungguh menguras tenaga dan mental (akan teringat momen berjemur bareng Frisi di Studio Toha, biar badan enakan dikit saat lagi remuk gini musti serah terima barang di gudang Cibubur). Untungnya sempat ada libur satu minggu dan diakhiri dengan menonton Final Attack on Titan di bioskop haha. 



Maret, menjadi lebih menegangkan karena perdana merasakan syuting ke luar negeri dengan segala kehectican persiapannya (bonus tragedi laptop kesirem air di hari H terakhir syuting), ditutup dengan manis extend bersama Jessy Bobby meskipun baru bisa merasakan quality timenya 1 hari saja. Pada akhirnya semua bisa dilalui, dengan segala syukur, dan ditutup dengan wrap party pada..














April
, akhirnya juga merasakan kembali staycation setelah sebelumnya dilakukan sebelum pandemi. Merapihkan gudang di Cibubur menjadi salah satu highlight juga dalam April karena sungguh porak poranda keadaannya haha. Di bulan ini juga berpisah dengan Jessy yang hopefully akan for good di Aussie, bersama Bobby.















Mei sedikit lebih bernafas lega sedikit meskipun ada beberapa PR yang mengantri dengan tertib setelah syuting dan menjalani raker. Diselingi dengan perdana merasakan melukat yang momennya sungguh syahdu dan menentramkan. Di tahun ini Oma juga merayakan ulang tahun ke 91 :)












Menyambut Juni yang sudah pertengahan tahun, Kak Kevin mengizinkan untuk mengambil cuti, jadi mencoba untuk perdana ke Malang dan Batu, kota yang sudah lama ingin didatangi dari beberapa tahun lalu. Sebuah pengalaman tersendiri merasakan keliling ke sebuah kota baru dengan effort seadanya dan waktu sebangunnya hahah (karena kebanyakan dimulai saat siang disebabkan sulit bangun ya ceunah).
Seru sekali merasakan berkeliling di Kayutangan, ke museum dan kebun binatang Batu, dan tempat kopi sendiri.
 





Juli,  bisa melalui premiere ANW yang menegangkan karena baru perdana merasakan beberapa tamu undangan, dan menjadi pembelajaran tersendiri pengalamannya. Sungguh lega ketika sudah melaluinya.
A day full of hugs.






ke Singapur karena Cindy bekerja di sana dan mumpung belum kembali bekerja di Jakara, dan merasakan kelas yim di Inspire yang kemudian ternyata akan rutin dijalani karena menjadi salah satu rutinitas yang dinantikan bersama Finna, Akita, Fanny, dan Yoga yang biasanya kemudian ditutup dengan ngopi bersama dengan waktu yang singkat sebelum berlanjut ke kantor masing-masing. 










Agustus awal, dimulai dengan perdana berlibur bersama teman SMA bersama, Ashya dan Rere, ke Semarang-Ambarawa-Salatiga. Sebuah pengalaman perdana masing-masing dari kami menyusun itinerary per hari, dan sungguh trip yang menghibur dan menjadi pengalaman nostalgic mengenang masa-masa kebersamaan yang ternyata tidak cukup banyak berubah sejak kami SMA.






Agustus akhir dan September, dilalui dengan menonton konser-konser yang masih membekas di ingatan, yaitu MEW, Do As Infinity dan Muse. Merasakan kembali Pestapora di mana para musisi bertukar lagu yanga awalnya sangat dikagumi konsep acaranya, namun ternyata ada kekecewaan di akhirnya. Untungnya hanya menonton di 1 hari awal.

Karena konser MEW, baru mengenal lagu "Rows" yang menjadi soundtrack tepat dalam melalui 2025 ini.







Bulan tersebut adalah masa-masa prihatin juga dengan kondisi negara, keresahan yang lebih meresahkan daripada yang terjadi seperti saat tahun 2016 lalu, dan sempat merasakan ketegangan juga karena kantor dekat dengan kantor polisi ketika sedang ada demo, untungnya keadaan baik-baik saja (Thanks to Mas Dapi yang ngga panik pas cuma kita berdua di kantor).

Masuk ke Oktober, 
Opa sempat masuk ke rumah sakit selama beberapa hari untuk menjalani perawatan karena hasil darahnya tidak membaik. Mami menemani Opa di hari-hari tersebut dan sempat berkunjung, sekadar untuk menjadi tempat curhat sesaat yang semoga meringkankan. Di bulan ini juga merayakan ulang tahun ke 30 Fanny dengan nuansa Twilight yang intimate namun penuh kejulidan ngata2in love triangle Bella, Edward, dan Jacob, dan momen memulai sesi fisioterapi dan rehat dari olahraga sejedag dulu karena badan nyeri di beberapa titik, yang entah karena cedera atau hal lainnya. Momen fisio sungguh agak traumatik karena bikin ngilu dan ngiluuuu sekali. Tapi ya mau gimana lagi yak.







November, diawali dengan menonton konser wibu bersama Yoga dan Ugi, dan beberapa hari kemudian berduka karena Opa meninggal. Di tengah melalui masa duka tersebut, mencoba melalui persiapan Jaff Market yang perdana dirasakan dengan segala bentuk tetek bengeknya.








Di masa-masa linglung di rumah duka tersebut, terima kasih Finna, Dea, Yoga, dan Kak Herson sudah menyempatkan hadir, waktu terasa lebih cepat berlalu ketika mengobrol bersama, terima kasih sudah menemani untuk melaluinya sesaat. Saat di Rumah Duka Oasis, bertemu juga akhirnya dengan Mas Dedi, narasumber dari film dokumenter saat kuliah dulu, sempat berharap kalau semisalkan amint-amit menjadi keluarga yang menempati rumah duka tersebut sesaat, akan lebih tenang rasanya kalau ada Mas Dedi juga yang bantu menjaga, dan beliau ikut bertugas saat Opa akan dikremasi.





Desember, Jaff Market sudah selesai, ada rasa penghiburan tersendiri ketika menjalani hari di sana dengan ngang ngong namun tetap berusaha fungsional, bertemu dengan teman-teman kuliah dan dosen seperti Mas Ari, Mas Anggi, Mas Bayu, Pak Kemal, dan Mas Agus, sehingga ada waktu untuk nostalgia sejenak dan mengapresiasi relasi yang tercipta dari masa kuliah tersebut. Another days full of hugs.
Sempat menyempatkan diri juga untuk pergi sendiri dan mengunjungi tempat-tempat stationery gemas yang ada di Jogja, melihat gerbang asrama, dan ngopi di Petty Pot, sebelumnya akhirnya disusul Asmi jadi ngga me time lagi deh wkwk.

Pulang dari Jogja, menyelesaikan laporan yang menumpuk, berusaha mengumpulkan motivasi dan energi untuk berolahraga kembali, dan menata kesehatan mental dengan pergi ke psikolog karena cukup hilang arah ketika melalui masa duka ini. Untungnya tahun ini Desembernya lebih tidak tegang dibanding tahun lalu karena sedang ikut persiapan syuting juga, tahun ini bisa lebih menghabiskan waktu dengan keluarga, teman, dan diri sendiri (tidur dan bangun siang terutama)








Secret Santa masih terlaksana di tahun ini, dan mendapatkan pesan yang sangat manis dari Ervan sebagai Secret Santa yang sangat diaminkan: 





Bonus:



udah mulai masuk usia ngedit2 foto.

Gitu, deh.

Kilas balik, di tahun ini seperti disadarkan mungkin ada alasan kenapa diberi kesempatan untuk merasakan liburan dengan diri sendiri, dengan teman-teman, dan keluarga. Karena setelahnya akan dilalui dengan griefing ya saudara-saudara..

Berharap, semoga bisa melalui 2026 dengan bijaksana dan meminimalisir penyesalan, semoga bisa menjadi orang yang lebih simpel dan praktis, dan tidak merasa dikejar-kejar oleh waktu.  

Dan salah satu harapan yang mencoba untuk diupayakan, adalah menaikkan massa otot, karena agak stagnan di 2025 ini meskipun dirasa sudah sering (tentunya perlu diupayakan dengan asupan protein dan tidur yang cukup karena ini yang sering diskip).

Mencari dan menemukan,
Memulai dan menyelesaikan,
Kehilangan dan (mencoba) melepaskan.

Peluk diri sendiri dengan kenchang karena sudah bisa melaluinya dengan segala tawa dan air mata dan suka muntah tetiba.

Terima kasih ya, 2025.

Menutup postingan ini dengan pesan dari Ervan:
"I hope next year be the year that make you finally be able to exhale, the year that we finally put some rest from surviving, and start truly living. Less noise, more peace"


No comments:

Post a Comment